Lindungi Mata Cegah Katarak

 

“Lindungi Mata Anak Cegah Katarak”

 

Oleh: Harun Asyrofi

 

Mata adalah panca indra yang berfungsi untuk melihat. Melalui mata, manusia dapat berkembang menjadi makhluk dengan keunggulannya dibandingkan makhluk hidup lain. Melalui mata yang sehat, setiap manusia merekam begitu banyak memori sepanjang hidupnya. Namun gangguan terhadap penglihatan banyak terjadi, mulai dari gangguan ringan hingga gangguan yang berat yang dapat mengakibatkan kebutaan. Upaya dalam pencegahan dan penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan perlu mendapatkan perhatian lebih. Apabila mata mengalami gangguan ataupun penyakit maka akan berakibat fatal pada penglihatan. Saat ini terdapat banyak gangguan atau penyakit pada mata. Setiap 5 detik ditemukan 1 orang di dunia menderita kebutaan.Meskipun mata sebagai indra yang sangat penting, seringkali kita lalai untuk merawatnya secara baik sehingga menimbulkan gangguan dan penyakit pada bagian-bagian anatomi mata salah satunya katarak pada lensa mata.pelajari lebih lanjut mengenai anatomi mata

Diperkirakan oleh World Health Organization terdapat lebih dari 7 juta orang menjadi buta setiap tahun. Saat ini diperkirakan 180 juta orang diseluruh dunia mengalami gangguan pengelihatan, dari angka tersebut terdapat antara 40-45 juta menderita kebutaan dan 1 diantaranya terdapat di South East Asia. Oleh karena populasi yang terus bertambah dan oleh faktor usia, jumlah ini diperkirakan akan bertambah dua kali lipat di tahun 2020. Hal tersebut mempengaruhi kualitas kehidupan dan status sosial ekonomi dan menjadikan ekonomi bangsa terletak di level rendah. World Health Organization (WHO) mengestimasikan jumlah orang dengan gangguan pengelihatan di seluruh dunia pada tahun 2018 adalah 1,3 milyar orang. Katarak merupakan penyebab gangguan pengelihatan terbanyak kedua di seluruh dunia (33%) setelah gangguan refraksi yang tidak terkoreksi (42%). Namun, katarak menepati posisi pertama sebagai penyebab kebutaan di dunia dengan prevalensi 51%.pelajari lebih lanjut mengenai Katarak

Katarak merupakan penyakit pada lensa mata yang menyebabkan penglihatan pada penderitanya buram. Lensa mata berfungsi mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning Retina. Lensa mata berfungsi sebagai faktor yang sangat mempengaruhi kualitas penglihatan seseorang. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal. Usia menjadi penyebab utama katarak. Protein lensa pada mata akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia. Selain faktor tersebut, faktor lingkungan dan keturunan juga bisa menjadi penyebab munculnya katarak.

            

Faktanya penyakit katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa maupun lansia tapi juga terjadi pada anak-anak bahkan tidak sedikit diantara mereka yang masih sangat belia. Katarak pada anak merupakan penyebab kebutaan 5% - 20% pada anak-anak di dunia, dimana insidensi pada tiap negara bervariasi. Katarak anak adalah salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan pada anak. Menurut data IAPB pada tahun 2018, kebutaan terjadi pada 1.025 juta anak di seluruh dunia. Kebutaan pada anak berada pada posisi kedua sebagai penyebab kebutaan paling tinggi setelah katarak dewasa. Katarak merupakan penyebab kebutaan anak yang dapat dicegah. Hal ini merupakan prioritas untuk VISION 2020.

        Mencegah katarak sebenarnya dapat dilakukan sedini mungkin. Pada umumnya, semua kembali lagi pada pola dan gaya hidup masing-masing. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya seperti melakukan pemeriksaan mata rutin kepada spesialis mata Namun,terkait dengan pencegahan katarak pada anak terdapat beberapa kendala seperti dari segi usia anak yang masih terlalu dini yang sangat rentan apabila ditindak lanjuti dengan tindakan pembedahan, Dalam tata laksana katarak pada anak, tidak semua katarak pada anak memerlukan pembedahan. Katarak yang kecil, parsial atau parasentral dapat ditatalaksana dengan observasi terlebih dahulu sampai diperlukan tindakan pembedahan. Pemberian fenilepinefrin dan tropikamid masih dapat membantu penglihatan. Indikasi pembedahan katarak pada anak dilakukan atas indikasi optik, merupakan indikasi terbanyak dari pembedahan katarak. Jika penurunan dari tajam penglihatan pasien telah menurun hingga mengganggu kegiatan sehari-hari, maka operasi katarak bisa dilakukan. Alasan medis juga menjadi indikasi untuk dilakukannya tindakan operasi, dimana katarak pada Anak sangat rentan dapat menyebabkan kebutaan pada anak-anak. Ambliopia deprivasi merupakan komplikasi katarak pediatrik yang dapat menjadi penyebab low vision tersering pada anak dan dapat mempengaruhi perkembangan dan kualitas hidup anak. Indikasi operasi katarak pada kasus katarak pada anak sangat direkomendasikan sebagai manajemen terbaik dalam mengatasi masalah perkembangan visus pada anak. Pembedahan pada katarak pada anak masih menjadi kontroversial.

          Mencegah gangguan dan penyakit mata harus dilakukan sedini mungkin dengan menerapkan pola dan gaya hidup yang sehat untuk mengurangi resiko kebutaan pada anak.  Memang usia menjadi faktor utama penyebab katarak, tapi tidak menutup kemungkinan dengan usia yang masih belia anak-anak bisa mengalami gangguan dan penyakit mata seperti katarak dikarenakan faktor keturunan maupun lingkungan. Mulai dari sekarang apabila kita kurang memperhatikan kesehatan mata kita,tanamkanlah dalam diri kita bahwa dapat melihat dunia merupakan hadiah yang begitu berharga yang diberikan tuhan kepada kita,maka dari itu rawatlah, jadikan kesehatan mata sebagai prioritas.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ade Utia Detty, I. A. (2021). Karakteristik Faktor Risiko Penderita Katarak. Jurnal Ilmiah kesehatan Sandi Husada, 12-17.

Reppy Reisa, J. S. (2013). Sistem Pakar Untuk Diagnosis Penyakit Mata. Jurnal Sistem Informasi, 31-35.

Zaldi, A. A. (2020). Penatalaksanaan Katarak Pada Anak. Jurnal Implementa Husada, 248-255.

Mata: https://kmu.id/anatomi-mata/

Katarak: https://kmu.id/mata-katara

Lasik: https://nationallasikcenter.id/lasik/

Dokter mata: https://doktermata.co.id/dokter-mata-konsultasi-kesehatan-mata/


 

 

 

                 

                 

Komentar